Momentum 1 Juni 2024 Kampus Sebagai Instrumen Pengalaman Pancasila Oleh Muhammad Zakil Sekjen BEM Unipol

Uncategorized820 Dilihat

Soppeng–Duasisinews.com. Momentum 1 Juni berupakan hari dimana diperingati sebagai hari Lahirnya Pancasila oleh Bangsa Indonesia yang ditandai oleh pidato yang dilakukan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai.

Adapun sejarahnya berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik, mereka kemudian berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut. Lembaga ini dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai. Pada sidang pertamanya di tanggal 29 Mei 1945 yang diadakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara.

Berawal dari terbentuknya sidang oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) hingga terjadinya perbedatan secara intelektual oleh tokoh tokoh pada saat itu untuk menciptakan rumusan dasar Negara. Dalam pidatonya Ir. Soekarno menyampaikan butir-butir Pancasila yang berbunyi sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia atau nasionalisme, Kemanusiaan atau internasionalisme, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan.
Dari butir butir yang disampaikan oleh bung karno kemudian Pancasila kembali dirumuskan oleh panitia kecil (panitia sembilan) dan dituangkan dalam Piagam Jakarta. Maka dari itu Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menggelar sidang dan mengesahkan UUD 1945, tepatnya pada 18 Agustus 1945 dan didalam Pembukaan UUD 1945 pada Alinea ke 4 terdapat rumusan pancasila.

Pancasila sebagai Ideologi Negara sudah seharusnya menjadi landasan dari segala kehidupan berbangsa dan bernegara, baik itu dari segi ekonomi, hukum, budaya, sosial, dan seterusnya. Sehingga kehadiran Kampus sebagai salah satu lembaga pendidikan di Indonesia merupakan bentuk dari pegamalan dari pancasila itu tersendiri.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kampus merupakan instrument ideal dalam pengamalan pancasila dimana kampus dapat memberikan pemahaman secara actual. Potensi perbedaan baik secara Suku bangsa maupun Tradisi di kampus memungkinkan pancasila dikaji secara universal sehingga menciptakan cara pandang yang berbeda namun bermaksud sama.
Maka dari itu kampus menjadi instrument sangat penting untuk menafsirkan pancasil secara universal sehingga pancasila tidak ditafsirkan hanya melalui konsep tekstual seperti halnya di tempat tempat lain. Kampus sebagai lembaga pendidikan harus bias memberikan pemahaman pemahaman mengenai pancasila yang ditafsirkan secara universal melalui kegiatan kegiatan positif baik itu secara akademik maupun non akademik.
Melalui kegiatan kegiatan tersebutlah kampus memfasilitasi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengamalan pengamalan pancasila untuk melahirkan generasi muda yang sadar akan Pancasila. Generasi muda tersebut diharapkan menjadi momok untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat yang mengedepankan nilai nilai luhur pancasila.
Aku Pancasila Aku Indonesia
Muhammad Zakil
(Sekretaris Jendral BEM Unipol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *