Program Penanaman Pohon Memdapatkan Respon Positif Masyarakat Soppeng

Duasisinews.com.Soppeng. Selamatkan dunia dengan menghijaukan, maka program penanaman pohon dalam rangka Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDASI)

Kegiatan teraebut dilanksanakan di lapangan sepak bola Calio kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, 29/12/2020.

Kegiatan penanaman pohon diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sul-Sel Ir H.Andi Parenrengi, M.P dan Kepala Balai Pengelolaan Das Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M.Tahir, P,SP,M.Si

Dan juga di hadiri oleh Ketua Forum DAS Dr. Ir. Usman Arsyad, M.P. sementara itu untuk pemerintah kabupaten Soppeng dihadiri Oleh Aisten II dan Ketua DPRD Soppeng yang diwakili oleh Ketua Komisi II Drs. H. Andi Werdin. S.Hut.

“Harapan kegiatan penanaman pohon diharapkan masyarakat pro aktif melakukan penanaman pohon demi menjaga lingkungan dan aliran sungai sehingga dapat mencegah terjadinya banjir” ujar kepala Balai Pengelelolan DAS Kementrrian LHk.

Lamjut, menumbuh kembangkan minat masyarakat untuk melakukan penanaman pohon minimal menjaga DAS aliran sungai.

Sementara itu ditempat yang sama kepala Dinas Kehutanan Prov. Sul-Sel bahwa kegiatan tersebut adalah gerakan Nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Soppeng yang memberikan nilai manfaat kepada masyarakat khususnya masyarakat Soppeng.

Lanjut, nilai manfaat berubah penambahan ekonomi melalui penanaman pohon produktif dan buah-buahan yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Sebanyak 1.500 pohon dibagikan secara gratis kepada masyarakat Soppeng.

Ketua Komisi II Drs. H.A. Werdin. S.Hut, sangat merespon positif kegiatan tersebut, beliau sangat mengharapkan kegiatan Skala Nasional ini diadakan di kabupaten Soppeng, dan mengharapkan adanya kepedulian pemerintah Prov. Sul-sel terhadap pedangkalan sungan walennae.

Pada Kegiatan penanaman pohon, undangan dibatasi akibat situasi pandemi covid 19 hanya sebanayak 50 orang saja, sementara yang hadir sebanyak kurang lebih 100 orang, namun tetap menjaga protokol kesehatan

Hal ini membuktikan animo masyarakat tinggi dalam kegaiatan tersebut sehingga tahun-tahun berikutnya akan dilaksnakan lagi di kabupaten Soppeng, harap Ketua Komisi II.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *