Dugaan Korupsi Milyaran PNPM Tahun 2015, Baru Terungkap Sekarang

9 Views

Dua Sisi News ( Slawi )

Menjelang tutup tahun 2019  di Kabupaten Tegal. Ternyata ada kasus dugaan korupsi uang negara misterius.  Perkara korupsi  2,850 miliar rupiah,  dari tahun 2015 hingga sekarang,  belum dimeja-hijaukan.

Adalah kasus PNPM Mandiri  (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat)  Tahun Anggaran 2015  di Kecamtan Kramat dan Kecamatan Kedung Banteng.

Misteri perkaranya,  belakangan baru terungkap:   Setelah jurnalis Samsudin sukses mempertanyakan langsung ke pihak Kejaksaan Negeri Slawi

Kepala Seksi Pidana Khusus  Syamsu Yoni, SH.  membuka diri dan bersuara:   nasib perkara dugaan korupsi program untuk rakyat miskin dan pengangguran tersebut tetap ditangani serius.  Target tahun 2020 nanti sudah dapat resmi disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang.

“Lihat saja nanti.  (Sudah)  ada dua orang terdakwanya,”  kata Jaksa Syamsu masih diplomatis.

Samsyu bungkam menjelaskan,  mengapa 4 tahun  lamanya menangani dua kasus korupsi dana hibah dari pemerintah pusat ini,  belum kelar- kelar.  Padahal,  Rakyat Jagat Tegal ini telah lama  geregetan  menanti kabar akhirnya.

Baca Juga : https://duasisinews.com/proyek-milik-para-oknum/ 

Tidak mau ribet,  Syamsu  to the point  membeberkan tiga orang sebagai terdakwa koruptor:

Pertama,  di UPK  (Unit Pengelola Kegiatan) Kecamatan Kramat:   Adalah SIS pengurus bendahara UPK  warga Desa Kertaharja  dan HEN warga Desa Ketileng  – bukan pengurus –

Sedangkan,  di UPK Kecamatan Kedung Banteng:   Nyonya SUG  ketua kelompok di Desa Kebandingan.  Perempuan ini didakwa telah merugikan uang negara sebesar 830 juta rupiah.

Modus dalam mengkorupsinya,  mereka melakukan rekayasa pinjaman secara fiktif alias abal-abal.

Simak : https://duasisinews.com/bibit-samad-rianto-akan-hadir-di-fakultas-hukum-ups-tegal/ 

Ada dua aparat penegak hukum yang menangani perkara nista ini.   Pihak  Kejaksaan khusus menangani kasus Kramat,  sedangkan Reskrim Polres Tegal,  menangani kasus di Kedung Banteng.

“Polres sudah menyerahkan berkas perkara UPK Kedung Banteng dengan terdakwa SUG ke kejaksaan.  Awal 2020 nanti.   SUG sama akan disidangkan  di Pengadilan Tipikor  Semarang,”  beber Syamsu langsung ke Syamsudin.

Jaksa penuntut umum menilai,  mereka telah melanggar  UU 20/2001 Tipikor khususnya Pasal 2 dan 3  dengan ancaman hukuman sampai 5 tahun penjara.  Namun khusus dua terdakwa kasus di Kramat ditambah  junto  Pasal 55,  lantaran bersekongkol dalam aksinya.

Penjelasan Jaksa Syamsu cukup melegakan publik umum.   Semoga kerja aparat kejaksaan sukses menjeratnya 5 tahun hukuman dan menjebloskan ke hotel panas prodeo.  Jangan kembali terkatung-katung seperti empat tahun sebelumnya.  Ini pertaruhan rasa keadilan sejati.

Kita  (publik)  berharap dua kasus korupsi itu bukan “gunung es.”    Semoga di wilayah hukum Kabupaten Tegal hanya ada dua kasus Tindak Pidana Korupsi misterius.

Jangan sampai ada pembenar, “ Pedang Keadilan tumpul keatas,  namun tajam kebawah “ ( ARO )

Please follow and like us:
0
20
fb-share-icon20
Iklan Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Open chat