“Dewi” Pagerwangi Janganlah Layu Sebelum Berkembang

Dua Sisi News ( Slawi )

Desa Wisata ( Dewi ) yang dikembangkan di Desa Kalibakung, Desa Bukateja, Desa Pagerwangi Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal.  Diangankan menjadi tujuan wisata baru yang terintegrasi satu sama lainnya.

Menurut Slamet Roisudin, S.Ag Ketua LSM Gali Informasi Lintas Sektoral ( GILAS ) rerata alokasi anggarannya untuk mewujudkannya kurang lebih sekitar Rp. 500 Juta yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APBDes ) masing masing Desa tahun anggaran 2019.

Baca Juga : https://duasisinews.com/dugaan-latah-desa-wisata-di-kecamatan-balapulang/  

Pelaksanaan pendampingan dan pengembangan wisata desanya menjalin kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Desa dengan Perkumpulan Hiduplah Indonesia Raya ( HIDORA ) “membebani” APBDes sejumlah Rp. 94. 750. 000 ( Sembilan puluh empat juta tujuh ratus lima puluh ribu )

Di Desa Pagerwangi, dengan wisata andalannya Rangkok Via Ferrata – meski agak tergesa  gesa – bahkan sudah dilaunching pada Senin, 24 Juni 2019, berbarengan dengan kegiatan Tilik Desa oleh Bupati Tegal.

Dimintai tanggapannya, Mulyanto Ketua Paguyuban Kepala Desa ( Praja ) Kabupaten Tegal, terkait biaya pendampingan dan pengembangan wisata desa melalui akun social media ( sosmed ) megatakan “ Kalau melihat pagu anggarannya, biaya itu terlalu besar ““

Kepala Desa Pagerwangi, Waluyo yang dimintai informasi keberlanjutan program wisata di desanya pada ( 05 / 08 / 19 ) menyayangkan pihak Hidora yang kurang maksimal dalam upaya pendampingannya.

“ Hidora, kurang maksimal dalam pendampingan dan pengembangan wisatanya mas, tidak sesuai perjanjian awal “ Katanya

Waluyo menambahkan “ Kelompok sadar wisata ( Pokdarwis ) desa Pagerwangi, sesuai kesepakatan awal, akan dilatih dan dididik oleh Hidora, tetapi sampai sekarang belum jelas kapan pelatihan dan pendidikan bagi pokdarwis desa Pagerwangi “

DiKonfirmasi secara terpisah, Bachtiar Djanan mewakili Hidora melalui Email mengatakan “Hidora sudah siap untuk kegiatan pelatihan pokdarwis Desa Pagerwangi, namun  sampai hari ini belum ada personil dari Desa Pagerwangi yang siap untuk diberangkatkan”

Bahtiar menegaskan “ Sebagai perbandingan, untuk Desa Bukateja saat ini personil pokdarwisnya  sudah berangkat disekolahkan / magang di Banyuwangi, sekarang sudah sekitar satu bulan mengikuti pelatihan  di Banyuwangi.”

” Kegiatan pendampingan dari Hidora bentuknya memang bukan kegiatan pendampingan yang stand by harian,  karena posisi Hidora adalah konsultan. Sudah ada schedule per tematik-tematik yg nantinya dievaluasi secara berkala ” Tambahnya

Tanpa adanya pelatihan yang mencukupi bagi Pokdarwis, potensi Wisata desa di Pagerwangi Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal dapat berakibat bak pepatah “ De Wi “ layu sebelum berkembang  ( IJK )

Please follow and like us:
0
Advertisements

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Adakah yang dapat kami bantu ...???
Powered by
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
Facebook
YOUTUBE
YOUTUBE
PINTEREST
PINTEREST
LINKEDIN
INSTAGRAM

Enjoy this blog? Please spread the word :)