Bansos PGSI Minta Tidak Melalui Aplikasi Sibadu

Dua Sisi News ( Slawi )

Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) menggeruduk DPRD Kabupaten Tegal, pada rabu ( 11/9/19 ). Mereka  meminta agar bantuan sosial (Bansos) bagi PGSI tidak menggunakan Sistem Informasi Bantuan APBD II (Sibadu).

Para guru yang tergabung dalam PGSI itu, diterima Ketua DPRD Kabupaten Tegal Sementara, Hj Noviatul Faroh dan Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKB, Agus Salim.

“ Mekanisme pencairan Bansos bagi guru swasta melalui Aplikasi Sibadu, berdampak pada kondisi yang kontra produktif,” kata Ketua PGSI Pusat, Dr M Fatah Yasin.

Dikatakan, sebelum muncul Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, guru swasta tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemkab Tegal.

Forum yang diinisiasi oleh para guru swasta itu, mendesak Pemkab Tegal dengan menggelar aksi demo berulang kali. Desakan itu membuahkan hasil, sehingga pada tahun 2005 mendapatkan alokasi Bansos sebesar Rp 1,7 miliar.

“Dalam perjalanannya, Forgusta menjadi mitra Pemkab Tegal dan dipercaya melakukan pendataan guru swasta berkoordinasi dengan dinas terkait,” katanya.

Selama 11 tahun dari 2005-2016, lanjut dia, Forgusta dipercaya melakukan pendataan guru swasta, karena dianggap tahu persis persoalan guru. Forgusta berubah namanya menjadi PGSI.

Pada tahun Mei 2018, PGSI mendapatkan permintaan dari Bappeda Kabupaten Tegal untuk penerima Bansos harus by name by address sebagai nama yang tercantum dalam proposal pengajuan.

“Akan tetapi pada kenyataannya, nama yang sudah tercantum dalam proposal dirubah untuk menyesuaikan Sibadu. Dengan diterapkannya aplikasi Sibadu berdampak pada ketidaknyamanan guru,” ujarnya.

Fatah meminta agar PGSI dilibatkan dalam proses pendataan dan mekanisme distribusi pencairan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Selain meminta dihapus pendataan melalui Sibadu, PGSI memohon kepada berbagai pihak untuk menciptakan perasaan nyaman, tentram, damai kepada guru dalam melaksanakan tugas.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal Sementara, Hj Noviatul Faroh menuturkan, aspirasi dari PGSI akan dijadikan bahan pembahasan dengan dinas terkait. Pihaknya berharap agar semua guru bisa menikmati bantuan dari APBD Kabupaten Tegal.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PGSI, Dr.H.M.Shofiyudin,M.Pd berharap dinas terkait mndengar keluhan mereka dan mengabulkan permohonannya.

Please follow and like us:
0
Advertisements

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Adakah yang dapat kami bantu ...???
Powered by
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
Facebook
YOUTUBE
YOUTUBE
PINTEREST
PINTEREST
LINKEDIN
INSTAGRAM

Enjoy this blog? Please spread the word :)