Balai Desa Slawi Kulon di Gerudug Warganya

Dua Sisi News ( Slawi )

Belasan Warga Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal  melalui Forum Masyarakat Peduli Desa Slawi Kulon ( FORMAPEDES ) yang dipimpin oleh Reza, hari ini ( 18/11 ) menyampaikan aspirasi dibalai desa setempat.

Baca Juga :https://duasisinews.com/kinerja-pemdes-slawi-kulon-di-pertanyakan/ 

Mereka meminta Pemerintah Desa Slawi Kulon segera melaporkan hasil musyawarah desa yang telah dilaksanakan pada 14 Oktober 2019, Melakukan rekrutmen perangkat desa secepatnya sesuai regulasi perundangan yang berlaku, Transparansi penggunaan Dana Desa, Serta meminta BPD Desa Slawi Kulon segera mempersiapkan Penjabat ( PJ ) Kades Slawi Kulon dan harus dari warga yang berdomisili di Desa Slawi Kulon.

Baca Juga : https://duasisinews.com/desa-slawi-kulon-layak-dapat-rekor-muri/

Dalam kesempatan itu, salah seorang tokoh masyarakat, Sujianto menyatakan perekrutan tenaga honorer tidak transparan karena pihak desa tidak pernah mesosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat.

“Seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu, bukan diam-diam, tahu tahu sudah ada orang yang kerja di sini. Apakah perekrutan tenaga honorer ini sudah sesuai Perdes atau Perbup,” katanya.

Menanggapi aspirasi warganya , Penjabat ( PJ ) Kepala Desa Slawi Kulon, Hendartono mengatakan, terkait perekrutan tenaga honorer pihaknya mengaku sudah mensosialisasikan kepada masyarakat sejak tahun 2018, tapi tidak ada yang mendaftar.

Setelah beberapa bulan kemudian, katanya, ada yang mendaftar dan pihaknya langsung menerima. Sebab pemerintahan desa kekurangan tenaga kerja.

“Kami merekrut tenaga honorer karena memang kami butuh tenaga kerja untuk membantu menyelesaikan pekerjaan kami. Perangkat desa hanya tiga orang dan itu sangat membuat kami kewalahan menyelesaikan pekerjaan. Untuk rekrutmen kami tidak bisa melaksanakan, karena yang bisa ada kepala desa devinitif,” Katanya.

Baca Juga : https://duasisinews.com/menanti-kepastian-status-slawi-kulon/

Hendartono juga mengatakan bahwa dana-desa saat ini baru cair 20 persen dari nilai Rp 900 juta sekian pertahun. Pihaknya juga sedang mengusulkan untuk pencairan sebesar 40 persen di bulan depan. Sedangkan untuk peralihan desa menjadi kelurahan sudah dirapatkan dalam musyawarah desa (musdes). Hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah (pemda).

“Dalam musdes itu kan terjadi voting. Ada 47 orang mendukung Slawi Kulon statusnya tetap menjadi desa dan 44 orang mendukung perubahan desa menjadi kelurahan,” katanya.

Selain itu, pihaknya menggelar jajak pendapat ke seluruh RT. Hasilnya 20 RT mendukung desa dan 24 RT mendukung kelurahan. “Kami  sudah menyerahkan hasil Musdes ke Pemda dan kita sedang menunggu hasilnya,” jelasnya ( IJK )

Please follow and like us:
0
Advertisements

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Adakah yang dapat kami bantu ...???
Powered by
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
Facebook
YOUTUBE
YOUTUBE
PINTEREST
PINTEREST
LINKEDIN
INSTAGRAM

Enjoy this blog? Please spread the word :)