Ambulance Untuk Penanganan Covid-19 Bisa Dianggarkan Dari Dana CSR

Dua Sisi News ( Slawi )

Terkait dengan serah terima dua unit mobil ambulan, yang bersumber dari belanja tak terduga APBD Kabupaten Tegal 2020 hasil refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 dengan pengelola Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. melalui akun media sosial Facebook, pada ( 07/07/20 )  Rudy Poetra Petir yang juga merupakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Benteng Masyarakat ( Benmas ) mempertanyakan urgensi pembeliannya,

Iklan Google

Sebagai warga Kabupaten. Tegal dan juga anggota gugus covid saya mau numpang nanya, urgent kah pembelian 2 unit ambulan dengan dana REFOCUSING “ tulisnya.

Menanggapi pertanyaan Rudi, duasisinews.com memperoleh konfirmasi dari Hendadi Setiadji. “Bahwa penatalaksanaan pasien Covid perlu hati – hati, ruang perawatan harus di ruang isolasi, demikian pula saat harus dirujuk atau dijemput,  sehingga memerlukan ambulan yang memenuhi syarat untuk membatasi infeksi kepada petugas maupun pasien lain.”

Hendadi  menambahkan “ Dengan adanya ambulans covid selama pandemi dapat di manfaatkan maksimal untuk penangangan pasien covid. Saat ini pemanfaatannya sudah digunakan, dan setelah pandemi berakhir nanti ambulann tetap bermanfaat untuk kepentingan pelayanan di Rumah Sakit “

Sementara itu, Fajar Sigit Kusuma,S.H, M.Hum Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Tegal Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi ( DPD GMPK ) saat dimintai pendapatnya mengatakan “ Pengadaan belanja ambulancenya, melalui lelang atau tidak ? “

Ketua DPD GMPK Kabupaten Tegal, H. Fajar Sigit Kusuma, S.H, M.Hum

Fajar menambahkan “ Kalau tidak salah, bulan Juli ini, ada pembahasan anggaran perubahan di DPR RI  terkait covid 19, ini adalah saatnya Pemerintah Kabupaten Tegal melakukan  “ jemput bola “  untuk menganggarkan penyediaan kegiatan Penanganan covid 19, baik laborat maupun hal lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat “

“ Pengadaan ambulance tidak urgent karena yang seharusnya diutamakan adalah pengadaan laboratorium & rapid test untuk daerah zona merah secara gratis, itu lebih tepat.” Tegas Fajar

“ Ambulance bisa dianggarkan dari perubahan APBN / APBD Provinsi Jawa Tengah  atau dari dana corporate social responsibility (CSR)  perusahaan yang ada di Kabupaten.Tegal “ ( IJK )

Iklan Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×